Selasa, 14 Januari 2014

~ Kempen dan Segmen Blogger Berselawat

Assalammualaikum.

Klik banner untuk join.

KISAH NABI WAFAT.

Betapa mulia dan indahnya akhlak baginda Ya Rasulullah SAW Mengingatkan kita sewaktu sakratul maut.
'Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah,
"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku".

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,

"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?".

"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. " Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. 
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. 
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.


"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya.
"Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."


Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. 

"Ummatii, ummatii, ummatiii!" -
"Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? 
Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa'alaihi wasahbihi wasallim.
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih banyak yang menyayangimu di dunia,
tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana tiada lagi yang mengasihmu di akhirat kelak.


*Betapa sayang nabi kepada umat2nye. Sempena Maulidurasul marila kite same berselawat ke atas Nabi Muhammad S.A.W.*







♥Terima Kasih Sudi Baca Dan Komen ♥

15 ulasan:

  1. selamat bersegmen.. selawat ke atas junjungan besar rasulullah saw.. aiza menabung ikea..

    BalasPadam
  2. Assalamualaikum... Allahumma salli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad ..

    Senarai Peserta : http://lorong-cinta.blogspot.com/2014/01/peserta-segmen-dan-kempen-blogger.html

    Masanya untuk kita mengenali dan menghayati Cinta Rasulullah..
    1. Blogwalking
    2. Follow
    3. Hayati Perkongsian Cinta Rasulullah

    BalasPadam
  3. Air mata...
    Ya Allah.... bertapa sedihnya....

    BalasPadam
  4. Peristiwa ini ckup mnginsafkan kita,terlalu cinta Baginda kpada kita...
    Smoga Cinta baginda kita balas dengan sbaiknya... smampu yg boleh.. sama2 muhasabah dan amal sunnah..

    "Ummatii, ummatii, ummatiii!" -

    BalasPadam
  5. subhanallah... mata menangis... ya allah... ingati Baginda sebagaimana Baginda mengingati Kita... Berselawatlah ....

    salam kenal dari mama..

    BalasPadam
  6. Salam maulidur rasul, CN dari segmen yang sama : http://cekgunorazimah.blogspot.com/2014/01/kempen-dan-segmen-blogger-berselawat.html

    BalasPadam
  7. Assalamualaikum :)
    Datang dari segmen yang sama :)
    Follow sini :) Sollu Alan Nabi :)
    http://theonlygirl98.blogspot.com/2014/01/kempen-dan-segmen-blogger-berselawat.html

    BalasPadam
  8. Salam, kiera dari segmen yang sama, perkongsian yang bagus. Sedih bila membacanya . . :'( Salam Maulidur rasul ya . Follow sini juga :)
    Salam maulidur Rasul ya :)
    Segmen dan Kempen Blogger Berselawat

    BalasPadam
  9. Alhamdulillah..terima kasih atas perkongsian :) da follow:)
    SALAM MAULIDUR RASUL :)
    syira dr segmen sama ..
    jemput..singgah blog syira ye :)
    btw..
    NAK HADIAH PERCUMA TAK?? :D
    http://syiralokman.blogspot.com/2014/01/siapa-nak-hadiah-percuma.html

    BalasPadam
  10. assalamualaikum
    http://dhiadirham.blogspot.com/2014/01/pelancaran-kempen-dan-segmen-blogger.html

    BalasPadam
  11. Assalam.. singgah dari segmen yg sama.. saya follow sini & salam ukhwah.. :)
    http://www.khirkhalid.com/2014/01/kempen-dan-segmen-blogger-berselawat.html

    BalasPadam
  12. Allahuakbar..ingat2 balik kisah ni.. memang sebak..
    Betapa hebatnya Rasulullah, betapa Baginda sayangkan umat. Kita?
    http://lorong-cinta.blogspot.com/2014/01/peserta-segmen-dan-kempen-blogger.html

    BalasPadam
  13. ayu datang dari segmen yg sama... ada masa nanti singgah la ke blog ayu ye...tq

    http://www.ayuinsyirah.my/2014/01/kempen-dan-segmen-blogger-berselawat.html

    BalasPadam
  14. Datang dari segmen sama.. :)

    Allahumma solli ala saidina Muhammad..

    BalasPadam

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...